Bahaya Gibah: Dosa yang Merusak Hubungan Sosial

Bismillahirrahmanirrahim,

Gibah merupakan salah satu perbuatan tercela yang sangat dilarang dalam ajaran Islam. Secara sederhana, gibah dapat diartikan sebagai perbuatan menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain di belakangnya tanpa sepengetahuannya.

Dalam Al-Quran, Allah SWT dengan tegas menggambarkan bahaya gibah melalui firman-Nya:

al hujurat 12.jpg 60.99 KB

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat 12)

Beberapa dampak buruk gibah antara lain:

Merusak Hubungan Sosial Gibah dapat menimbulkan perpecahan dan memutuskan tali silaturahmi antarumat.

Mengurangi Pahala Amal Perbuatan menggunjing akan menghapus pahala kebaikan yang telah dikumpulkan.

Dosa Besar di Sisi Allah Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kalian apa itu gibah? Mereka menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.' Beliau bersabda: 'Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai. Rasulullah saw. ditanya: 'Bagaimanakah pendapat Anda, jika itu memang benar ada padanya?' Rasulullah saw. menjawab: 'Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah menggibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar berarti engkau telah berdusta di atasnya'." (HR. Muslim)

Cara Menghindari Gibah:

Selalu introspeksi diri
Jaga lisanmu dari perkataan yang tidak bermanfaat
Hindari bergaul dengan orang yang suka menggunjing
Fokus pada kebaikan diri sendiri
Penutup Mari kita selamatkan hati dan lisan kita dari bahaya gibah. Jadikan diri kita pribadi yang lebih baik dan bermartabat.

Wallahu a'lam.